Patut dibanggakan sekali UIN jakarta, sedikit demi sedikit mulai merenovasi sendi-sendi khazanah ilmu pengetahuan dalam bidang akademis, yaitu dengan terbentuknya FISIP. langkah ini secara tidak langsung mulai menampakkan wajah bangsa islam indonesia yang tadinya dipandang ortodoks, karena wacana yang berlaku dulu dan sekarang, bahwa ajaran spiritual islam sesungguhnya tidak bisa disandingkan dengan hal-hal yang berbau politik yang memang cenderung tidak etis dan licik. dan kini wajah islam indonesia mulai akan coba dirubah paradigma tentang hal itu.
Dan harapan kedepan dengan lahirnya FISIP UIN Jakarta akan membawa angin segar terhadap wacana yang berkembang sekarang tentang dikotomi ilmu pengetahuan dalam islam yang sedang mewabah pada pemikiran generasi muda islam sekarang. sehingga akan terbuka kembali pemikiran kita tentang integritas ilmu agama dengan ilmu umum. sampai penulis sendiri pun bermimpi bahwa akan terjadi kembali zaman yang terang benderang layaknya islam di spanyol dan di baghdad. diharapkan juga akan bermunculan generasi muda islam semacam ibnu sina, ibnu rusydi, ibnu batutah di UIN jakarta.
Sesungguhnya FISIP UIN sangat berbeda dengan FISIP di universitas lain pada umumnya yang hanya berkutat pada hal politik tanpa dibarengi dengan etika islam. FISIP UIN Jakarta mulai mencoba mengkolaborasikan antara asas keislaman dengan politik yang diharapkan akan terbentuk politik yang bersih dan beretika sesuai asas islam. tidak seperti sekarang, politik yang hanya mementingkan pribadi dan golongan yang terkesan menghalalkan berbagai cara tanpa memperdulikan masyarakat dan lingkungan.
Itu tadi sedikit prolog dari penulis sekaligus mahasiswa UIN jakarta jurusan HI, akan keharuan yang sangat mendalam karena saking bangganya dengan terobosan Pak Komaruddin hidayat, selaku rektor UIN jakarta, yang telah mendirikan FISIP untuk pertama kalinya di UIN, diresmikan pada tanggal 27 juni dan juga para civitas akademika, dosen, mahasiswa.
Perjuangan mahasiswa UIN Jakarta dalam aksi demo tentang keinginan dibentuknya FISIP kemarin,selasa (23/12) ternyata tidak sia-sia dan membuahkan hasil. dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa yang bersangkutan. dan sebelumnya, saya selaku penulis dan ingin menjadi perpanjangan tangan dari teman-teman mahasiswa FISIP, ingin mengucapkan rasa terima kasih yang bermakna ini kepada jajaran tertinggi civitas akdemis UIN jakarta atas respon dari aspirasi kami.
Tuntutan kami sendiri, sebelumnya memang didasari atas ketidakcocokkan kami selaku mahasiswa atas jurusan yang dirasa tidak tepat secara administrasi, keilmuwan, dan pemikiran sahabat mahasiswa yang bersangkutan terhadap fakultasnya masing-masing. jika dilihat dari segi keilmuwannya memang salah "wadah". sebut saja HI di FEIS, PPI dan sosiologi agama di Ussuluddin dan filsafat.
Penulis sendiri yang semula masih masuk HI-FEIS merasakan dan terpengaruh sekali secara keilmuwan, ketika masih berstatus "anak ekonomi(FEIS)" kecenderungan keilmuwan adalah ke ekonomi internasionalnya dan ketika mencari bahan pemikiran politik dan militer di FEIS dirasa masih susah, sehingga secara keilmuwan pemikiran mahasiswa tentang pandangan ke-HI-an tidak bisa kompleks. itu tandanya memang terjadi ketidaksingkronan ketika HI itu masih berstatusnya FEIS bukan FISIP. dan juga sangat mungkin dialami teman-teman PPI dan SA yang sebelumnya ada di Ussuludin dan Filsafat.
Pendirian FISIP ini sebelumnya memang mempunyai banyak kendala, seperti yang telah diungkapkan pak Komarruddin Hidayat, bahwa untuk membuka suatu fakultas, tidak seperti membalikkan tangan. Banyak hal yang harus dipersiapkan dan melalui proses. Membuka fakultas baru, harus mendapatkan persetujuan Senat Universitas dan disahkan Depag, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), dan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara.
Hal yang terpenting sekarang ketika FISIP sudah berdiri dan berjalan seperti sekarang ini adalah. dalam segi infrastruktur dan fasilitas harus segera di lengkapi karena hal itu merupakan akses, senjata, dan keharusan bagi berjalannya sebuah fakultas untuk mencapai hasil maksimum dalam kualitas dan kuatitas FISIP UIN jakarta. jika tidak segera terealisasikan maka ditakutkan akan tertinggal dengan FISIP-FISIP yang lain atau mungkin FISIP UIN hanya sekedar nama.
Saya pribadi bisa berharap atas pendirian FISIP ini semoga diberikan barokah kepada Allah YME, dan fasilitas dan infrastruktur seperti gedung perkuliahan, perpus dll semoga cepat dilegkapi. dan semoga diberikan kekuatan kepada Pak Bachtiar Effendy, selaku dekan FISIP UIN, dan juga para mahasiswa semoga semakin peduli akan tanggung jawab bangsa, negara dan agama yang sedang mengalami kegoyahan ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kolom Kiri
Demokrasi: Sebuah Malapetaka?
Rumah Kiri | Media Alternatif Kaum Progresif - Sunday, 28 September 2008
Rumah Kiri | Media Alternatif Kaum Progresif - Sunday, 28 September 2008
Peran Penting Individu dalam Sejarah
Rumah Kiri | Media Alternatif Kaum Progresif - Sunday, 28 September 2008
Rumah Kiri | Media Alternatif Kaum Progresif - Sunday, 28 September 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar